Saya pernah membaca buku Davit J. Schwartz yang berjudul
THE MEGIC OF THINKING BIG. Buku yang sangat luar biasa, yang bisa mengubah
pandangan dan pola pikir kita dalam kehidupan dunia. Pada bagian pendahuluan
nya saya membaca cerita tentang pengalaman nya yang sangat memberi
Inspirasi bagi saya.
Beberapa tahun lalu saya menyaksikan suatu
rapat penjualan yang sangat mengesankan. Direktur yang bertanggung jawab atas
penjualan di perusahaan tersebut sangat bergairah. Ia ingin menyampaikan suatu
hal penting. Di samping nya adalah wiraniaga terkemuka di dalam organisasi
tersebut, orang yang sangat sederhana, meskipun begitu sudah menghasilkan
sedikitnya kurang dari £50.000 (Dalam rupiah
Rp.860.405.405) pada tahun yang baru berakhir. Pendapatan rata-rata para
wiraniaga yang lain sekitar £10.000 (Dalam rupiah Rp. 172.081.081) setahun.
Sang direktur
menantang rapat terseebut. Inilah yang ia katakan. “Saya ingin kalian semua
memperhatikan Harry baik-baik, dan tanyakan pada diri kalian sendiri apa yang
Harry miliki dan tidak kalian punyai. Harry mendapat lima kali lebih banyak
dari rata-rata, tetapi apakah Harry lima kali lebih cerdik dari kalian? Tidak,
tidak demikian menurut tes personalia kami. Saya sudah mengeceknya, hasil tes
memperlihatkan bahwa ia hanya berkemampuan rata-rata di departement itu.
“Dan apakah
Harry Bekerja lima kali lebih keras dari pada kalian semua? Tidak, tidak
demikian menurut laporan yang saya terima. Sesungguhnya, ia memiliki banyak
waktu luang di bandingkan sebagian besar dari kalian”
“Apakah Harry
mempunyai wilayah yang lebih baik? Kembali jawabannya tidak. Laporannya
rata-rata sama. Apakah hari berpendidikan lebih tinggi? Kesehatannya lebih
baik? Tidak. Harry kira-kira sama dengan rata-rata orang pada umumnya kecuali
satu hal”
“Perbedaan
antara Harry dengan kalian semua adalah Harry BERFIKIR lima kali lebih BESAR”.
Direktur tersebut kmudian melanjutkan memperlihatkan keberhasilan yang bukan di
tentukan bukan oleh besarnya Otak seseorang melaikan oleh besarnya cara berfikir seseorang.
Ini adalah
gagasan yang memangkitkan minat, dan pikiran ini tertanam di benak saya.
Riwayat kasus demi riwayat kasus membuktikan bahwa besarnya rekening bank,
besarnya rekaning kebehagiaan pribadi seseorang dan besarny rekening kepuasan
umum seseorang di tentukan oleh besarnya cara
berfikir seseorang. Ada mukjizat dalam berfikir besar.
Apakah benar ada mukjizatnya? Mari kita coba dan buktikan sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar