Sabtu, 27 Oktober 2018

Target

Pada postingan sebelumnya penulis memuat suatu cerita tentang seorang anak muda yang berjuang melawan tekanan untk melanjutkan pendidikan ke bangku kuliah. Mungkin kita bisa membayangkan betapa kuatnya tekanan yang di alami oleh Doni. Tak mudah bagi baginya untuk melewati semua itu. 

sekarang kita akan membahas bagaimana doni menyikapi tekanan yang dia dapat saat itu sampai dia bisa menjadi seseorang yang berpenghasilan sekarang. Mari kita lihat Doni bercerita...!!

----

Perkenalkan Saya Doni Saputra, Saya berasal dari keluarga sederhana. Saya sekarang sudah berkerja sebagai 
Awal saya hendak masuk ke PCR, banyak tekanan yang saya dapatkan. Namun tekanan itulah yang memotivasi saya.

Jika kamu sekarang sedang kelas 3 SMA/SMK sederajat. Artinya sebentar lagi kamu akan menempuh 3 pilihan. 
Pertama kamu bisa memilih kuliah. 
Kedua kamu bisa langsung mencari kerja. Mungkin bagi yang sekolah di SMK bisa langsung terjun ke dunia kerja. Karena di SMK yang ada di Indonesia sudah menerapkan pendidikan vokasional. Tapi, jika kamu lulusan SMA itu akan sulis untuk mendapatkan pekerjaa, jikapun dapat bisanya hanya bisa mejadi karyawan jenjang bawah.
Ketiga, Menikah.

Salah satu dari ketiga pilihan itu pastinya sudah ada di pikiran anda sekarang. Terserah anda mau pilih yang mana. Tapi di sini saya akan membahas pilihan pertama. Kenapa? karena itu pilihan saya waktu saya di posisi kalian dulu. semoga ini nantinya bisa memotivasi anda semua.

Jika orang tua anda adalah orang yang berada(kaya) maka lanjutkanlah kuliah, mumpung anda punya kesempatan untuk kuliah. sebab banyak di luaran sana yang bermimpi ingin kuliah namun kondisi keluarganya tidak mendukung. 
Jika anda seorang yang pintar namun kondisi keluarga anda tidak mendukung untuk melanjutkan kuliah. Jangan khawatir, ada banyak beasiswa prestasi di luaran sana, baik itu yang disediakan oleh pemerintahan, kampus maupun perusahaan.
Dan jika kamu seorang yang tidak mampu dan juga tidak juaran kelas tapi punya keinginan untuk kuliah. Juga jangan khawatir karena ada banyak beasiswa tidak kurang mampu yang di sediakan pemprov. Asalkan kalian semua punya keingin yang kuat untuk kuliah maka bersungguh-sungguhlah karena banyak kesempatan beasiswa yang terbuka lebar untuk kalian semua.

Dulu saya juga merasa berat untuk kuliah. orang tua saya harus minjam uang 17 juta untuk biaya masuk di PCR. Namun setelah saya kuliah, akhirnya saya dapat informasi mengenai beasiswa pemprov. Saya akhirnya mendapatkan beasiswa itu berkelanjutan sampai saya selesai kuliah.

Jangan gegabah dalam memilih jurusan. Perlu anda pikirkan kedepannya anda ingin menjadi apa? sebaikan anda menjacari tahu potensi yang ada pada diri anda. Peluang kerja jurusan yang ada pilih juga perlu dipertimbangkan. 
Jangan pernah pilih jurusan karena ikut-ikut teman, atau karena di suruh orang tua, karena pacar saya jurusan itu. Alasan-alasan ini nantinya akan membuat anda menyesal dikemudian.

Kembali ke diri saya. Kenapa saya memilih Politeknik Caltex Riau? Bukan kah biayanya mahal? Ini adalah pertanyaan yang hampir membuat saya putus asa pada awal saya masuk PCR.

Banyak orang yang takut masuk ke Politeknik Caltex Riau. Hampir semua orang beranggapan kuliah di semua perguruan tinggi hasilnya akan sama yaitu mencari gelar sarjana. Padahal yang harus kita pikirkan adalah target yang ingin kita capai. Target kita di masa depan.

Politeknik Caltex Riau adalah perguruan tinggi vokasi yang selalu berkomitmen untuk mempersiapkan generasi muda agar bisa bersaing secara global.

Sekarang sudah masa revolusi industri 4.0. Semua sisi industri sekarang sudah menggunakan aspek teknologi. Apa yang perlu kita persiapkan sebagai sumberdaya manusia? Itu semua tergantung target yang mau kita capai.

Jika kita hanya mengandalkan ijazah sekolah saja maka mungkin saja kita bisa di terima di suatu perusahaan namun posisi apa kiranya yang bisa kita capai? Jika kita mempunyai pendidikan yang tinggi, suatu gelar sarjana, kita akan di terima di posisi yang lebih baik. Tapi apakah kita akan bertahan lama? Kebanyakan kegagalan orang orang adalah tidak mampunya bersaing di dunia kerja padahal dia punya gelar sarjana.

Masyarakat kita masih saja berpikiran sempit. "Yang penting dapat gelar sarjana". Padahal tak semua perguruan tinggi menawarkan pembelajaran skill yang mempuni. Tak hanya skill yang dibutuhkan di dunia kerja. Namun juga perlu softskill dan disiplin yang kuat agar mampu bersaing dengan banyak orang.

 Pemerintah sudah mencoba mencari solusi untuk masalah peningkatan kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Salah satunya dengan menciptakan sekolah vokasional serta perguruan tinggi yang menggunakan sistem pendidikan vokasi.
Politeknik Caltex Riau merupakan salah satunya. 

Di Politeknik Caltex Riau saya di bimbingan untuk bisa menjadi tenaga kerja yang mampu bersaing. Softskill dan disiplin menjadi salah satu fokus yang sangat di perhatikan. Sebagai Politeknik, sistem pendidikan nya lebih banyak melakukan praktek dari pada teori.

Saya sekarang sudah mendapatkan kerja dengan posisi yang cukup memuaskan di suatu perusahaan ternama di Riau. Tak hanya saya. Banyak lulusan PCR yang langsung di terima kerja setelah lulus dari pendidikan.

Sekarang saya bisa tersenyum jika mengingat masa lalu. Omongan-omongan orang yang mencemooh saya semuanya salah. Karena semua yang terjadi jauh meleset dari prediksi mereka.
Target saya tercapai. Usaha yang saya kerjakan tidak sia sia.

Janganlah kalian putus asa wahai kau muda. Jalan selalu ada.

-------

Jika ada kesalahan dalam dari cerita dan kosakata penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya. Karena penulis pun belum berkeluarga. :D

Di harapkan kritikan, komentar dan saran yang membangun. Terimakasih




#PoliteknikCaltexRiau
#Revolusi_4_0
#Vokasi
#PendidikanVokasi

(Tulisan ini diikut sertakan dalam lomba blog PCR 2018)

Suatu Perjuangan

Kuliah? Jadi Mahasiswa, itu adalah impian dari setiap siswa SMA yang sudah kelas 3. Banyak kisah tentang melanjutkan kuliah terjadi di Dunia. Jika saja kita mau menulis semua kisahnya maka akan banyak senyum, tawa bahkan air mata yang akan tercipta. Ya, bagi mereka yang berada pada ekonomi menengah ke atas, maka hanya akan ada senyum dan tawa yang akan terasa saat hendak melanjutkan ke jenjang perkuliaha. Namun jika kita melihat ke keluarga menengah ke bawah, maka 
akan didapati linangan air mata. 

Selalu saja tentang biaya yang menjadi persoalan dihadapan calon Mahasiswa. Mungkin Doni salah satunya. Kisahnya cukup mengispirasi penulis, sehingga penulis merasa kisah ini perlu untuk digambarkan dalam tulisan ini. Berikut adalah kisahnya. 

------------- 

Doni, seorang anak desa yang berasal dari keluarga kurang mampu. Dia baru saja melewati Ujian Akhir Sekolah. Semangat nya untuk melanjutkan pendidikan ke bangku perkuliahan sangatlah tinggi. Namun, kondisi ekonomi keluarga yang kurang mendukung membuatnya hampir patah semangat. 

Dia telah melakukan pendaftaran ke salahsatu Perguruan Tinggi di Provinsinya yaitu Politeknik Caltek Riau. Politeknik Caltek Riau adalah perguruan tinggi swasta dengan biaya yang cukup mahal. Awalnya Doni melakukan pendaftaran PSUD sekaligus beasiswa di Politeknik Caltek Riau. Akan tetapi beasiswa yang diajukannya tidak lulus, Doni hanya lulus PSUD. Dia diterima masuk Politeknik Caltek Riau hanya dengan seleksi nilai raport sekolah.

Banyak orang orang desa yang mencibir pilihan Doni. Maklum, jurusan yang di ambil Doni adalah jurusan Teknik yang hanya bertitle D4. banyak yang berkata "kenapa tidak mengambil S1 aja? nanggung  ngambil D4". Begitulah perkataan orang-orang desa yang belum mengerti dengan pendidikan vokasi. Mereka hanya melihat title Sarjananya saja bukan melihat kualitas sarjananya. 

Tak hanya sekedar itu, omongan tetangga bahkan keluarga lain yang tak mendukung keinginan Doni menambah berat beban pikirannya. Ada pamannya yang berkata "Ngapain kuliah jauh ke kota mahal-mahal, mending kuliah sabtu minggu aja di tempat anak ku kuliah". Tetangga pun ikut berkomentar " Alah,,, ngapain kuliah? di kampung ini aja sudah menyampah SP (Sarjana pengangguran), ujung-ujungnya nantik juga jadi SP". Dan masih banyak lagi teman, saudara, tentangga yang lain yang tak mensuport keinginan Doni. 

Bahkan sampai ada guru bidang study yang berkata kepada Doni saat sedang jam istirahat di sekolahnya. "Kamu jadi mau lanjut kuliah di PCR itu Don?". "iya buk, insyaallah" jawab Doni. Guru itu pun berkata lagi, "sudah kamu pikirkan baik-baik? ingat keluarga mu susah. ayah kamu cuma Penderes karet. tidak kamu kasihan sama mereka. kuliah itu tidak murah, apalagi di PCR itu". Perkataan guru itu membuat Doni bungkam. Tak disangkanya sang guru akan berkata demikian. Doni hanya terdiam dan tak berkata apa-apa lagi sampai sang guru tersebut pergi meninggalkannya sembari berkata, "coba pikir-pikir lagi nak, mumpung belum terlambat".

Hari-hari terakhir Doni di sekolah semakin tak bersemangat. Disaat harapan nya hampir pupus, seorang guru BK di sekolahnya memberikan dia semangat lagi. Guru itu bercerita akan seorang senior yang telah diterima di suatu Perguruan tinggi swasta dengan beasiswa full. Bukan hanya itu, senior tersebut juga telah mendapat kontrak dari salah satu perusahaan ternama karena kecerdasannya.  Guru BK tersebut memotivasi Doni dengan berbagai hal. Dia menyarankan kepada Doni untuk mencari informasi mengenai beasiswa internal di kampus PCR di Internet. 

Berkat dukungan seorang guru BK dan beberapa orang sahabat Doni bisa melewati masa-masa sulit tersebut. Walaupun dengan susah paya orang tua Doni menyanggupi intuk mencarikan biaya yang dibutuhkan Doni. Hingga akhirnya Doni bisa kuliah di Politeknik Caltek Riau tersebut. Doni mendapat beasiswa pemprov di semester 2 perkuliahannya. Beasiswa itu terus berlanjut hingga Doni semester akhir. Perjuangannya untuk melanjutkan kuliah berbuah manis.

Satu hal yang selalu di ingat Doni "Saya harus bisa membuktikan kepada semua orang yang memendang rendah saya, bahwa saya akan berhasil. Dan saya akan membuat orang tua saya bangga".

Empat tahun Doni menjalani masa kuliahnya, menyelesaikan kuliah dengan tepat waktu. Dia tidak perlu menunggu lama untuk mendapatkan pekerjaan. Pendidikan vokasi yang diterapkan di Politeknik Caltex Riau memang tepat sasaran. Seperti yang kita tahu pada zaman sekarang ini kita berada pada masa revolusi industri 4.1 yang membutuhkan tenaga kerja yang telah berbekalkan pendidikan vokasional. Kuliah di Politeknik merupakan salah satu alternatif agar bisa bersaing di dunia kerja. Setelah wisuda Doni langsung dapat panggilan kerja oleh suatu perusahaan ternama. Sekarang dia bekerja di posisi Staf Aplication Developer dengan gaji 4,3 juta perbulan.

Bukan komentar orang yang kamu butuh, tapi tekat serta kerja keras lah yang akan membuat mu berhasil.

-----------

Sekian postingan kali ini. Jika ada kesalahan dalam dari cerita dan kosakata penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya. Karena penulis pun belum berkeluarga. :D

Di harapkan kritikan, komentar dan saran yang membangun. Terimakasih


#PoliteknikCaltekRiau
#Revolusi_4_0
#Vokasi
#Pendidikan_Vokasi


"Menyampah" = sangat banyak.

(Artikel ini sedang diikut sertakan dalam lomba blog PCR 2018)

Sabtu, 28 Juli 2018

Setangkai Mawar dari Taman Sekolah.



"Sayang aku rindu", ku baca BBM dari sang kekasih. Dengan senyum aku membalasnya.
"Nanti malam adalah malam Minggu sayang, kita akan bertemu :) :* "

Setiap malam mungkin kami bisa bertemu, namun itu tak kami lakukan. Sebagai seorang yg sedang di Landa badai cinta, kami tau caranya agar hubungan ini terasa lebih indah. Kami harus menumpuk rindu agar pertemuan terasa sangat spesial.

Malam Minggu telah tiba. Aku bersiap-siap dengan pakaian yang di berikan beberapa semprot an farfum. Tak lupa jaket kesayangan ku.

"Sayang sudah siap?" Aku kirim pesan via BBM untuk kekasih ku.
"Sudah sayang, aku menunggumu" balas kekasih ku.
"Oke, aku jmput sekarang sayang".
"Iya syang ku", jawabnya singkat.
Ku hidupkan motor, ku tarik gas perlahan tapi pasti.

Hingga akhirnya ku tancap gas agar cepat sampai. Di depan rumahnya aku berhenti. Ku lihat seorang bidadari yang sangat manis, berdiri dengan senyum indahnya menyambut kedatangan ku. sungguh aku terpana hingga dia berjalan mendekati motor ku.
Tak henti aku liat senyum di wajah cantik nya yang di hiasi rambut panjang terurai.

"Sayang, kok malah bengong?" Sapa kekasih ku yang membuyarkan lamunan ku.
"Eh iya, kamu sangat cantik kekasihku" puji ku kepadanya.
"Ih sayang jangan gombal aja"
Dia mencoba mencubit pinggang ku. Tapi aku menangkap tangan nya dan memeluknya dengan mesra.

Dia aku suruh naik ke motor, namun dia masih memeluk ku dengan manja, " aku sangat rindu syang" ungkap nya di tepi telinga ku. Kebahagiaan yang aku rasakan, ku balas ungkapan nya dengan senyum, lalu kami berangkat untuk pergi makan malam berdua.

Di tempat makan, kami selalu bercengkrama melepas rindu. Hingga pesanan kami datang, kami menyantap makan malam berdua dengan penuh bahagia. walaupun gak seromantis yang di sinetron, namun kami sangat bahagia.

Setelah makan kami pergi jalan-jalan. Di atas motor makin masih saja saling bercanda. Sampai aku teringat akan suatu hal.
Aku membawanya ke dalam area sekolahku. Tidak terlalu terang dan tidak terlalu gelap, karena memang di sekolah di pasang lampu jika malam, walaupun penjaganya tidak ada.

Aku parkir di bawah pohon di depan jejeran ruang kelas 1.
"Sayang ngapain kita ke sini?" Tanya kekasih ku.
"Aku cinta kamu sayang" jawab ku.
Aku turun dari motor lalu kupeluk dia dengan mesranya.
Saat itu perasaan ku sangat bahagia.
Ku pegang kedua tangan nya, ku ttap wajah nya yang cantik.
"Aku bahagia memiliki mu syang" ungkap ku padanya.
"Aku juga syang" jawabnya dengan lembut.
Kutarik tubuhnya ku peluk dia dengan eratnya.

Sesaat kemudian ku lepaskan pelukanku. Lalu ku ciup pipinya sambil berbisik, "sayang kamu tunggu di sini sebentar ya".
"Sayang mau kmna?" Tanya kekasih ku.
Namun ku tak menjawab. Aku langsung meninggalkan nya. Berjalan menuju taman bunga yang sengaja di buat di depan kelas.

Ku telusuri kelas demi kelas. Akhirnya ku temukan yang aku cari. Setangkai bunga mawar yang sedang mekar. Ku petik, kucium aromanya dalam-dalam. Ku sembunyikan setangkai mawar itu di belakang ku. Dengan perlahan aku melangkah kembali ke kekasih ku yang duduk di atas motor.

"Sayang kamu ngapain ke situ?" Tanya kekasih ku. Namun aku masih dia.
Aku peluk dia dari belakang, sambil ku serahkan bunga mawar itu ke arah depannya. Dengan mesrah aku ucapkan.
" For you my honney"
Dia tersipu. Diambilnya bunga mawar yang aku berikan. Dengan cepat dia berbalik dan mengecup pipiku.
" Terimakasih syangku" bisiknya di telinga ku.

Malam itu begitu indah. Tak mahal dan tak mewah, hanya setangkai bunga mawar yang sedang mekar. Namun ku persembahkan dengan cinta. Bintang di langit malam pun tersenyum dengan indahnya. Beramai-ramai mereka memancarkan gemerlap cahayanya yang indah.

Tiang bendera menjadi saksi bisu bahagianya sepasang kekasih yang sedang di mabuk cinta.
Tak ingin rasanya ku lewati masa itu. Namun waktu sudah menunjukan jam 9 malam. Sudah saatnya kami untuk pulang.

Malam Minggu itu ku tutup dengan kecupan mesrah di kening kekasihku saat hendak meninggalkan rumahnya ketikan aku mengantar nya pulang.




######
Sekian
Terimakasih sudah membaca
Penulis masih belajar
Dimohon komentar dan saran yg mendukung

Senin, 21 Mei 2018

Ketika Jopy Jatuh Cinta

Aku jatuh cinta pada sesesok anak gadis.
Anak gadis yang aku dambakan. Aku memanggilnya anak gadis. Dan aku senang memanggilnya demikian.

Sebut saja dia Anak Gadis, karena dia masih gadis dan suka minum susu, dan belum nikah. :D . Mahasiswi jurusan Tarbiyah disalah satu perguruan tinggi negeri di Riau.

Aku mengenal nya melalui jejaring Facebook. Bermula dari keisengan ku yang suka nge add kawan dari kawan-kawan ku.
Terutama yang cewek. Da memang yang aku add cewe semua sih... :D
Yaa normal la kan untuk seorang cowok yang normal.

Orang bilang sih aku jomblo. Ya karena memang jomblo. Bukan jones loh..
Tapi Jopy alias jomblo Happy :D.
Jomblo nya bukan karena gak laku, tapi akunya yg gak mau pacaran. ya menurut ku sih pacaran itu bikin ribet. Harus ini la, itu la, gak boleh ini la, gak boleh chat sana sini la. Poknya ribet dahh, kaya terpenjara gitu. Padahal kan masih pacaran, belum nikahan.

Cukup tentang si Jopy, kita langsung bahas si anak gadis. ;)

Aku memulai perkenalan dengan si anak gadis melalui messenger. Seperti biasanya aku selalu melambaikan tangan untuk kenalan pertama kali, atau say Hay.
Dan si doi membalas dengan salam "Assalamualaikum".
Waw... Luar biasa (tepuk tangan dalam hati), anak Soleh ni pastinya. aku yg pertama chat malah jadi malu. Akhirnya aku jawab salam nya dan mulailah kami kenalan.

Dari hari pertama chat, informasi yang aku dapat dia mahasiswi Universitas Negeri di Riau yang mengambil jurusan keguruan. Orang nya asyik untuk chating, gak sombong dan rajin menabung. :D
Dia juga kawan "ibu" dan "Tante" ku.
Wahh bisa jumpa ni seperti nya. Sekalian jumpa "Tante" atau "ibu" pikirku.

Lanjut chat di hari kedua.
Aku chat "selamat malam"
Dia membalas "assalamualaikum.."
Jrengg.... Aku pun terhenyak merasa sangat malu. Dia membalas dengan mengucapkan salam lagi. Di sinilah aku mulai bimbang.
Aku merasa tak pantas ni temanan dengan orang baik-baik gini. Tapi hati ku berkata.
"Chat aja kan lebih baik berteman dengan orang baik".

Tak aku sangka akan sampai sejauh ini. Chat kami semakin sering dan semakin akrab. Kami juga sering Videocall.

Hampir satu bulanan kami chat dan komunikasi di Facebook. Namum belum pernah ketemu langsung. Aku mulai merasa nyaman dengan dia. sedikit demi sedikit aku mulai merasakan sesuatu perasaan yang muncul. Perasaan nyaman yang mungkin akan terus tumbuh dan berkembang.

Aku sudah jatuh cinta kepadanya. Namun masih ku simpan untuk ku sendiri. Bukan takut bertepuk sebelah tangan, namun aku merasa sangat tidak pantas untuk mendapatkan seseorang yang baik sepertinya, apalagi di tinjau dari masa lalu ku yang kelam.

Walaupun ku yakin dia akan membalas cinta ku namun aku masih ragu untuk berkomitmen. Aku masih seseorang yang tak bisa kontrol diri dan emosi. Aku takut akan menyakiti nya. Aku hanya ingin berusaha untuk menjaganya.

Okey. Begitulah perkenalan aku dengan si doi yang aku panggil anak gadis, walau sesungguhnya lebih seru di panggil bakpao, karena dia suka mengembung kan pipinya yang mirip bakpao, namun dia sering ngambek kalau di panggil bakpao. Yaa dari pada ngambek terus, panggil aja dia anak gadis. :D ;)

Sekian dulu ya kan.... Sekedar berbagi sedikit cerita, dan tunggu kisah anak gadis selanjutnya. karena kisahnya masih panjang, Amin (dalam hati berdoa "semoga kisahnya indah bagaikan si doi dan si doi")

________________________________________
Coment membangunnya di tunggu ya.
 Thank you....