Pada postingan sebelumnya penulis memuat suatu cerita tentang seorang anak muda yang berjuang melawan tekanan untk melanjutkan pendidikan ke bangku kuliah. Mungkin kita bisa membayangkan betapa kuatnya tekanan yang di alami oleh Doni. Tak mudah bagi baginya untuk melewati semua itu.
sekarang kita akan membahas bagaimana doni menyikapi tekanan yang dia dapat saat itu sampai dia bisa menjadi seseorang yang berpenghasilan sekarang. Mari kita lihat Doni bercerita...!!
----
Perkenalkan Saya Doni Saputra, Saya berasal dari keluarga sederhana. Saya sekarang sudah berkerja sebagai
Awal saya hendak masuk ke PCR, banyak tekanan yang saya dapatkan. Namun tekanan itulah yang memotivasi saya.
Jika kamu sekarang sedang kelas 3 SMA/SMK sederajat. Artinya sebentar lagi kamu akan menempuh 3 pilihan.
Pertama kamu bisa memilih kuliah.
Kedua kamu bisa langsung mencari kerja. Mungkin bagi yang sekolah di SMK bisa langsung terjun ke dunia kerja. Karena di SMK yang ada di Indonesia sudah menerapkan pendidikan vokasional. Tapi, jika kamu lulusan SMA itu akan sulis untuk mendapatkan pekerjaa, jikapun dapat bisanya hanya bisa mejadi karyawan jenjang bawah.
Ketiga, Menikah.
Salah satu dari ketiga pilihan itu pastinya sudah ada di pikiran anda sekarang. Terserah anda mau pilih yang mana. Tapi di sini saya akan membahas pilihan pertama. Kenapa? karena itu pilihan saya waktu saya di posisi kalian dulu. semoga ini nantinya bisa memotivasi anda semua.
Jika orang tua anda adalah orang yang berada(kaya) maka lanjutkanlah kuliah, mumpung anda punya kesempatan untuk kuliah. sebab banyak di luaran sana yang bermimpi ingin kuliah namun kondisi keluarganya tidak mendukung.
Jika anda seorang yang pintar namun kondisi keluarga anda tidak mendukung untuk melanjutkan kuliah. Jangan khawatir, ada banyak beasiswa prestasi di luaran sana, baik itu yang disediakan oleh pemerintahan, kampus maupun perusahaan.
Dan jika kamu seorang yang tidak mampu dan juga tidak juaran kelas tapi punya keinginan untuk kuliah. Juga jangan khawatir karena ada banyak beasiswa tidak kurang mampu yang di sediakan pemprov. Asalkan kalian semua punya keingin yang kuat untuk kuliah maka bersungguh-sungguhlah karena banyak kesempatan beasiswa yang terbuka lebar untuk kalian semua.
Dulu saya juga merasa berat untuk kuliah. orang tua saya harus minjam uang 17 juta untuk biaya masuk di PCR. Namun setelah saya kuliah, akhirnya saya dapat informasi mengenai beasiswa pemprov. Saya akhirnya mendapatkan beasiswa itu berkelanjutan sampai saya selesai kuliah.
Jangan gegabah dalam memilih jurusan. Perlu anda pikirkan kedepannya anda ingin menjadi apa? sebaikan anda menjacari tahu potensi yang ada pada diri anda. Peluang kerja jurusan yang ada pilih juga perlu dipertimbangkan.
Jangan pernah pilih jurusan karena ikut-ikut teman, atau karena di suruh orang tua, karena pacar saya jurusan itu. Alasan-alasan ini nantinya akan membuat anda menyesal dikemudian.
Kembali ke diri saya. Kenapa saya memilih Politeknik Caltex Riau? Bukan kah biayanya mahal? Ini adalah pertanyaan yang hampir membuat saya putus asa pada awal saya masuk PCR.
Banyak orang yang takut masuk ke Politeknik Caltex Riau. Hampir semua orang beranggapan kuliah di semua perguruan tinggi hasilnya akan sama yaitu mencari gelar sarjana. Padahal yang harus kita pikirkan adalah target yang ingin kita capai. Target kita di masa depan.
Politeknik Caltex Riau adalah perguruan tinggi vokasi yang selalu berkomitmen untuk mempersiapkan generasi muda agar bisa bersaing secara global.
Sekarang sudah masa revolusi industri 4.0. Semua sisi industri sekarang sudah menggunakan aspek teknologi. Apa yang perlu kita persiapkan sebagai sumberdaya manusia? Itu semua tergantung target yang mau kita capai.
Jika kita hanya mengandalkan ijazah sekolah saja maka mungkin saja kita bisa di terima di suatu perusahaan namun posisi apa kiranya yang bisa kita capai? Jika kita mempunyai pendidikan yang tinggi, suatu gelar sarjana, kita akan di terima di posisi yang lebih baik. Tapi apakah kita akan bertahan lama? Kebanyakan kegagalan orang orang adalah tidak mampunya bersaing di dunia kerja padahal dia punya gelar sarjana.
Masyarakat kita masih saja berpikiran sempit. "Yang penting dapat gelar sarjana". Padahal tak semua perguruan tinggi menawarkan pembelajaran skill yang mempuni. Tak hanya skill yang dibutuhkan di dunia kerja. Namun juga perlu softskill dan disiplin yang kuat agar mampu bersaing dengan banyak orang.
Pemerintah sudah mencoba mencari solusi untuk masalah peningkatan kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Salah satunya dengan menciptakan sekolah vokasional serta perguruan tinggi yang menggunakan sistem pendidikan vokasi.
Politeknik Caltex Riau merupakan salah satunya.
Kembali ke diri saya. Kenapa saya memilih Politeknik Caltex Riau? Bukan kah biayanya mahal? Ini adalah pertanyaan yang hampir membuat saya putus asa pada awal saya masuk PCR.
Banyak orang yang takut masuk ke Politeknik Caltex Riau. Hampir semua orang beranggapan kuliah di semua perguruan tinggi hasilnya akan sama yaitu mencari gelar sarjana. Padahal yang harus kita pikirkan adalah target yang ingin kita capai. Target kita di masa depan.
Politeknik Caltex Riau adalah perguruan tinggi vokasi yang selalu berkomitmen untuk mempersiapkan generasi muda agar bisa bersaing secara global.
Sekarang sudah masa revolusi industri 4.0. Semua sisi industri sekarang sudah menggunakan aspek teknologi. Apa yang perlu kita persiapkan sebagai sumberdaya manusia? Itu semua tergantung target yang mau kita capai.
Jika kita hanya mengandalkan ijazah sekolah saja maka mungkin saja kita bisa di terima di suatu perusahaan namun posisi apa kiranya yang bisa kita capai? Jika kita mempunyai pendidikan yang tinggi, suatu gelar sarjana, kita akan di terima di posisi yang lebih baik. Tapi apakah kita akan bertahan lama? Kebanyakan kegagalan orang orang adalah tidak mampunya bersaing di dunia kerja padahal dia punya gelar sarjana.
Masyarakat kita masih saja berpikiran sempit. "Yang penting dapat gelar sarjana". Padahal tak semua perguruan tinggi menawarkan pembelajaran skill yang mempuni. Tak hanya skill yang dibutuhkan di dunia kerja. Namun juga perlu softskill dan disiplin yang kuat agar mampu bersaing dengan banyak orang.
Pemerintah sudah mencoba mencari solusi untuk masalah peningkatan kualitas sumber daya manusia di Indonesia. Salah satunya dengan menciptakan sekolah vokasional serta perguruan tinggi yang menggunakan sistem pendidikan vokasi.
Politeknik Caltex Riau merupakan salah satunya.
Di Politeknik Caltex Riau saya di bimbingan untuk bisa menjadi tenaga kerja yang mampu bersaing. Softskill dan disiplin menjadi salah satu fokus yang sangat di perhatikan. Sebagai Politeknik, sistem pendidikan nya lebih banyak melakukan praktek dari pada teori.
Saya sekarang sudah mendapatkan kerja dengan posisi yang cukup memuaskan di suatu perusahaan ternama di Riau. Tak hanya saya. Banyak lulusan PCR yang langsung di terima kerja setelah lulus dari pendidikan.
Sekarang saya bisa tersenyum jika mengingat masa lalu. Omongan-omongan orang yang mencemooh saya semuanya salah. Karena semua yang terjadi jauh meleset dari prediksi mereka.
Target saya tercapai. Usaha yang saya kerjakan tidak sia sia.
Janganlah kalian putus asa wahai kau muda. Jalan selalu ada.
-------
Jika ada kesalahan dalam dari cerita dan kosakata penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya. Karena penulis pun belum berkeluarga. :D
Di harapkan kritikan, komentar dan saran yang membangun. Terimakasih
#PoliteknikCaltexRiau
#Revolusi_4_0
#Vokasi
#PendidikanVokasi
(Tulisan ini diikut sertakan dalam lomba blog PCR 2018)