"Sayang aku rindu", ku baca BBM dari sang kekasih. Dengan senyum aku membalasnya.
"Nanti malam adalah malam Minggu sayang, kita akan bertemu :) :* "
Setiap malam mungkin kami bisa bertemu, namun itu tak kami lakukan. Sebagai seorang yg sedang di Landa badai cinta, kami tau caranya agar hubungan ini terasa lebih indah. Kami harus menumpuk rindu agar pertemuan terasa sangat spesial.
Malam Minggu telah tiba. Aku bersiap-siap dengan pakaian yang di berikan beberapa semprot an farfum. Tak lupa jaket kesayangan ku.
"Sayang sudah siap?" Aku kirim pesan via BBM untuk kekasih ku.
"Sudah sayang, aku menunggumu" balas kekasih ku.
"Oke, aku jmput sekarang sayang".
"Iya syang ku", jawabnya singkat.
Ku hidupkan motor, ku tarik gas perlahan tapi pasti.
Hingga akhirnya ku tancap gas agar cepat sampai. Di depan rumahnya aku berhenti. Ku lihat seorang bidadari yang sangat manis, berdiri dengan senyum indahnya menyambut kedatangan ku. sungguh aku terpana hingga dia berjalan mendekati motor ku.
Tak henti aku liat senyum di wajah cantik nya yang di hiasi rambut panjang terurai.
"Sayang, kok malah bengong?" Sapa kekasih ku yang membuyarkan lamunan ku.
"Eh iya, kamu sangat cantik kekasihku" puji ku kepadanya.
"Ih sayang jangan gombal aja"
Dia mencoba mencubit pinggang ku. Tapi aku menangkap tangan nya dan memeluknya dengan mesra.
Dia aku suruh naik ke motor, namun dia masih memeluk ku dengan manja, " aku sangat rindu syang" ungkap nya di tepi telinga ku. Kebahagiaan yang aku rasakan, ku balas ungkapan nya dengan senyum, lalu kami berangkat untuk pergi makan malam berdua.
Di tempat makan, kami selalu bercengkrama melepas rindu. Hingga pesanan kami datang, kami menyantap makan malam berdua dengan penuh bahagia. walaupun gak seromantis yang di sinetron, namun kami sangat bahagia.
Setelah makan kami pergi jalan-jalan. Di atas motor makin masih saja saling bercanda. Sampai aku teringat akan suatu hal.
Aku membawanya ke dalam area sekolahku. Tidak terlalu terang dan tidak terlalu gelap, karena memang di sekolah di pasang lampu jika malam, walaupun penjaganya tidak ada.
Aku parkir di bawah pohon di depan jejeran ruang kelas 1.
"Sayang ngapain kita ke sini?" Tanya kekasih ku.
"Aku cinta kamu sayang" jawab ku.
Aku turun dari motor lalu kupeluk dia dengan mesranya.
Saat itu perasaan ku sangat bahagia.
Ku pegang kedua tangan nya, ku ttap wajah nya yang cantik.
"Aku bahagia memiliki mu syang" ungkap ku padanya.
"Aku juga syang" jawabnya dengan lembut.
Kutarik tubuhnya ku peluk dia dengan eratnya.
Sesaat kemudian ku lepaskan pelukanku. Lalu ku ciup pipinya sambil berbisik, "sayang kamu tunggu di sini sebentar ya".
"Sayang mau kmna?" Tanya kekasih ku.
Namun ku tak menjawab. Aku langsung meninggalkan nya. Berjalan menuju taman bunga yang sengaja di buat di depan kelas.
Ku telusuri kelas demi kelas. Akhirnya ku temukan yang aku cari. Setangkai bunga mawar yang sedang mekar. Ku petik, kucium aromanya dalam-dalam. Ku sembunyikan setangkai mawar itu di belakang ku. Dengan perlahan aku melangkah kembali ke kekasih ku yang duduk di atas motor.
"Sayang kamu ngapain ke situ?" Tanya kekasih ku. Namun aku masih dia.
Aku peluk dia dari belakang, sambil ku serahkan bunga mawar itu ke arah depannya. Dengan mesrah aku ucapkan.
" For you my honney"
Dia tersipu. Diambilnya bunga mawar yang aku berikan. Dengan cepat dia berbalik dan mengecup pipiku.
" Terimakasih syangku" bisiknya di telinga ku.
Malam itu begitu indah. Tak mahal dan tak mewah, hanya setangkai bunga mawar yang sedang mekar. Namun ku persembahkan dengan cinta. Bintang di langit malam pun tersenyum dengan indahnya. Beramai-ramai mereka memancarkan gemerlap cahayanya yang indah.
Tiang bendera menjadi saksi bisu bahagianya sepasang kekasih yang sedang di mabuk cinta.
Tak ingin rasanya ku lewati masa itu. Namun waktu sudah menunjukan jam 9 malam. Sudah saatnya kami untuk pulang.
Malam Minggu itu ku tutup dengan kecupan mesrah di kening kekasihku saat hendak meninggalkan rumahnya ketikan aku mengantar nya pulang.
Aku parkir di bawah pohon di depan jejeran ruang kelas 1.
"Sayang ngapain kita ke sini?" Tanya kekasih ku.
"Aku cinta kamu sayang" jawab ku.
Aku turun dari motor lalu kupeluk dia dengan mesranya.
Saat itu perasaan ku sangat bahagia.
Ku pegang kedua tangan nya, ku ttap wajah nya yang cantik.
"Aku bahagia memiliki mu syang" ungkap ku padanya.
"Aku juga syang" jawabnya dengan lembut.
Kutarik tubuhnya ku peluk dia dengan eratnya.
Sesaat kemudian ku lepaskan pelukanku. Lalu ku ciup pipinya sambil berbisik, "sayang kamu tunggu di sini sebentar ya".
"Sayang mau kmna?" Tanya kekasih ku.
Namun ku tak menjawab. Aku langsung meninggalkan nya. Berjalan menuju taman bunga yang sengaja di buat di depan kelas.
Ku telusuri kelas demi kelas. Akhirnya ku temukan yang aku cari. Setangkai bunga mawar yang sedang mekar. Ku petik, kucium aromanya dalam-dalam. Ku sembunyikan setangkai mawar itu di belakang ku. Dengan perlahan aku melangkah kembali ke kekasih ku yang duduk di atas motor.
"Sayang kamu ngapain ke situ?" Tanya kekasih ku. Namun aku masih dia.
Aku peluk dia dari belakang, sambil ku serahkan bunga mawar itu ke arah depannya. Dengan mesrah aku ucapkan.
" For you my honney"
Dia tersipu. Diambilnya bunga mawar yang aku berikan. Dengan cepat dia berbalik dan mengecup pipiku.
" Terimakasih syangku" bisiknya di telinga ku.
Malam itu begitu indah. Tak mahal dan tak mewah, hanya setangkai bunga mawar yang sedang mekar. Namun ku persembahkan dengan cinta. Bintang di langit malam pun tersenyum dengan indahnya. Beramai-ramai mereka memancarkan gemerlap cahayanya yang indah.
Tiang bendera menjadi saksi bisu bahagianya sepasang kekasih yang sedang di mabuk cinta.
Tak ingin rasanya ku lewati masa itu. Namun waktu sudah menunjukan jam 9 malam. Sudah saatnya kami untuk pulang.
Malam Minggu itu ku tutup dengan kecupan mesrah di kening kekasihku saat hendak meninggalkan rumahnya ketikan aku mengantar nya pulang.
######
Sekian
Terimakasih sudah membaca
Penulis masih belajar
Dimohon komentar dan saran yg mendukung
Sekian
Terimakasih sudah membaca
Penulis masih belajar
Dimohon komentar dan saran yg mendukung
