Kali ini saya hadir dengan sepenggal cerpen kisah percintaan yang saya alami sendiri. Cerita ini saya angkat berdasarkan kisah nyata. Namun tak semuanya murni seperti yang saya alami, ada sedikit yang saya kreasikan.
Sebelum teman-teman membaca cerita yang saya buat, pertama" saya mohon maaf dahulu, mungkin cerpen yang saya tulis sangat jauh dari sempurna. Saya juga baru belajar jadi saya mohon kritikan dan saran dari para pembaca.
Baiklah kawan-kawan, mohon untuk tidak melihat dari harganya, lihatlah dari penjiwaanya,, (ciieee alaynya keluar).Hehehehe,,, selamat membaca.
Sudah
di juluk baru jatuh
by: Amarda Muhammad
Hari
demi hari telah saya lewati bersama Winda seorang gadis remaja yang awalnya
cuma teman biasa bahkan sudah saya anggap seperti saudara. Itu semua bukan
tampa alasan. Dia dan saya masih terikat oleh suku palabi (salah satu suku melayu Riau).
Seiring
berjalan waktu rasa itu mulai mucul, rasa cinta. Tak dapat saya pungkiri bahwa
selama kami berteman kami sering bermalam mingguan berdua tak ubahnya sepasang
kekasih. Awalnya saya menyayangi dia sebagai seorang adik dan tak ada niat di
hati saya untuk menjadikan dia sebagai kekasih. Namun semuanya berubah setelah
hari itu.
12
Mei 2015, hari itu adalah hari selasa. Saya harus bangun untuk mengantarkan
adik saya sekolah, jujur saya sebenarnya masih malas bangun karena aktifitas
sekolah saya sudah berakhir karena saya sudah melewati ujian akhir sekolah.
“Ddddrrrrrttttt...dddrrrrttttt”
terdengar getaran hp. Saya mengambil android saya dan melihat ada bbm dari
Wenny. “PING!!!”
Saya
menjawab bbm Wenny “iya wen, ada apa
pagi-pagi uda bbm?”
“aku mau tanya sama kamu amarda.
Kamu pacaran ma Winda?” balas Wenny.
“kamu mau tau aja apa mau tau
bangat? Hehehe..” balas saya dengan candaan.
“dua-duanya amarda, hehehe”
balas Wenny.
“wanny piro. Hahaha”
“serius amarda, ne malah bercanda
pulak, aku bilangin winda nantik lo” ancam Wenny kepada
saya.
“Bilang aja kalau berani, nantik
kalo kita ketemu kamu aku cubit, hehehe” saya mengancam wenny
balik.
“aku aduin ke winda kalo kamu nakal
sama aku, awas aja di hajar sama winda kamu” balas Wenny
lagi.
“hahaha.......”
“amarda.......... serius la amarda,
kamu pacaran sama winda gak?” balas Wenny makin
kesal.
“gak kok wen kami Cuma teman biasa.
Hehehe...” jawab saya santai.
“serius donk amarda, dia tu sering
curhat sama aku tentang kamu” balas Wenny lagi.
“emangnya dia cerita apa aja sama
kamu wen?” tanya saya penasaran.
“dia bingung dengan sikap kamu.
Kalian jalan bersama, malam mingguan berdua, panggil sayang-sayangan tapi
kalian gak pacaran” jelas Wenny.
“bukan aku gak mau nembak dia, tapi
aku punya alasan sendiri kenapa gak jadiin dia sebagai pacar, aku sudah
menganggap dia thu sebagai adik aku sendiri” jelas saya
kepada Wenny.
“tapi kasihan dianya Amarda, dia
sudah sayang bangat dengan kamu. Kamu ngertikan perasaan dia?” sambung
Wenny lagi.
“aku ngerti wen, aku juga sayang
sama dia. Tapi kami gak bisa bersatu. Kami sesuku wen, kami masih bersaudara”
jelas saya lagi.
“tapi kenapa kamu gak bilang dari
awal kalau kalian itu masih saudara?” balas Wenny.
“aku uda bilang wen, mungkin dia
nya yang lupa. Kayak nya dia yang terlalu terbawa perasaan”
jawab saya.
“kasihan dia lo amarda, masak
kalian HTS(hubungan tanpa status). Dia sudah terlajur sayang sama kamu. Kasih
dia kejelasan dengan hubungan kalian amarda. Kasihan dia kalau kamu gantungin
gini. Perjelas hubungan kalian biar dia gak bingung. Gak mungkin kalian HTS
terus kan? Berikan dia kejelasan secepatnya” saran Wenny
kepada saya.
“saya juga kasihan sama dia wen,
iya-iya nantik aku kasih kejelasan status kami, nantik aku selesaiin masalah
ini sama dia” jelas saya.
“ok, da dulu ya amarda, bye.”
Balas Wenny. “ok wen, aku juga mau mandi
ni, byee” balas saya mengakhiri obrolan bbm nya.
Matahari
sudah sampai pada ketinggian puncaknya, jam sudah menunjukan jam 12:21 Sampai
saat itu saya masih belum memberikan kepastian kepada Winda. Saya bingung dalam
situasi seperti itu. Hingga sore tiba saya masih belum bertindak masih
terhanyut dalam lamunan berkepanjangan. Lamunan saya buyar saat di kagetkan
oleh getaran hp android saya.
“PING!!!” bbm
dari Winda masuk.
“iya sayank” balas
saya.
“mar, ini aku kiki” balasnya
lagi.
“kok kamu ki? Windanya mana?” tanya
saya bingung.
“aku lagi di rumah winda. Aku mau
tanya ma kamu” balas Kiki pakai hp Winda.
“mau tanya apa? Kayaknya serius
amat” tanya saya penasaran.
“sebenarnya kamu sama Winda serius
gak si? Kalian pacaran gak si?” tanya kiki.
Ternyata
yang saya duga benar, Kiki membahas masalah yang sama dengan yang di tanyakan
oleh Wenny tadi pagi. Kembali saya di buat berfikir dengan rumitnya dunia
cinta.
Beberapa
saat saya masih termenung hingga bbm dari kiki masuk lagi. “mar, jangan kau buat teman aku kayak gini, dia seharian ini terlihat
termenung terus. Kasihan dia jangan kau gantungin gini, beri dia kejelasan”.
“iya ki, aku tau. Tapi masalahnya
kami tu sesuku, kami juga masih ada hubungan saudara. Jadi kayaknya gak mungkin
aku untuk memiliki hubungan serius ma dia” jelas saya
kepada kiki.
“ya Allah. Kenapa gak kamu bilang
dari awal kalau kalian sesuku? Balas kiki sedikit
kaget.
“dulu sudah aku bilang ki,malahan
sebelum kami sedekat ini. Mungkin dia lupa atau dia sudah terlalu terbawa
perasaan” balas saya.
“sekarang mau gimana lagi? Aku pun
kasihan liat kalian. Lebih baik kalian jalani aja dulu. Kita juga gak tau, mana
tau kalian jodoh”. Saran kiki.
“kalau sampai ini terus berlanjut
bisa gawat ki. Apa lagi kalau nikah sesuku kan kena denda adat seekor kerbau
putih, di mana mau nyari yang kayak gitu sekarang?”.
Balas saya.
“jalani aja dulu. Kalian masih mending
Cuma sesuku. Aku dulu lebih parah dari ini, sepagitoan malahan. Kalau
kalian masih bisa walaupun kena denda adat. Kalau aku dulu gak bisa sama
sekali”. Jelas kiki panjang lebar.
“hmmm,,,,, iya udah, kasihkan hp
nya sama winda dulu. Biar aku yang bbman ma dia”
pinta saya.
“iya ada apa yankk”
jawab Winda.
“sayankk, sekarang sayank mau
hubungan kita gimana?” tanya saya.
“terserah sayank aja”
balasnya.
“keadaan nya rumit yank, kita
sesuku. Kita juga masih ada hubungan saudara”. Penjelasan
saya kepada winda.
“aku ngikut keputusan sayank. tapi
aku ingin kepastian yank”. Balasnya lagi.
“aku benar-benar bingung sekarang
sayank. dengan keadaan kita dan dengan kedekatan kita”. Balas
saya.
“aku juga bingung yank, tapi
seiring waktu yang kita lalui bersama mambuat aku ceria kembali, dan jujur
sekarang aku ada rasa dengan sayank”. jawab Winda terus
terang.
Sesaat
saya terdiam. Gak tau harus balas dengan kata-kata apa. Sebenarnya saya juga
merasakan hal yang sama, saya sudah jatuh cinta kepada gadis yang awalnya cuma
saya anggap adik. Tapi mau gimanapun saya tidak mau melihat dia sedih lagi.
Hubungan ini harus saya jalani karena saya juga sudah terbawa arus rasa cinta
kepada Winda.
Akhirnya
saya beranikan diri untuk menembak winda.
“ sayank, aku gak bisa merakit
roket untuk membawamu ke bulan. Aku gak bisa membuat kue untuk makanan spesial
untuk sayank, jangankan itu masak air aja aku gak bisa. Aku gak bisa merangkai
kata-kata romantis hanya untuk membuat sayank tersenyum manis sesaat. Aku gak
bisa melukis nama sayank di awan agar semua orang tau kalau aku saynk kamu.
Satu yang aku bisa berikan kepada mu, rasa sayank yang berdasarkan kasih,
berbingkaikan cinta setulus hati yang akan selalu aku berikan kepada mu.
Izinkan aku untuk menjalin hubungan kasih dengan mu. Aku akan berusahan membuat
mu bahagia”
“sayank maukah kamu jadi pacar ku?”
ungkapan
saya kepada winda.
“hm... iya amarda, aku mau jadi
pacar mu. Inilah yang aku harapkan dari dulu” balas
winda dengan hati berbunga-bunga.
Sunggu
bahagia hati saya, memang cuma ungkapan lewat bbm, tapi pesan singkat itu
sangat berarti bagi kami. Walaupun kejadian itu bagaikan pepatah mengatakan
“sudah di juluk baru jatuh”.
“I love you sayankk. Sekarang aku
sangat bahagia jadi pacar kamu :-*” tambah winda lagi.
“I love you to sayank. aku juga
sangat bahagia yankk. Akhirnya kamu jadi milik ku sekarang :-*” balas saya.
“jadi sekarang kita sudah resmi
jadian kan sayank? ;-) ”
tanya Winda menggoda saya.
“ya belum la sayank, kan nunggu
surat nikah dari KUA dulu, hihihihi” balas saya bercanda.
“ih,, dasar nyebelin kamu sayank..
awas kalau ketemu aku cubit” balas winda kesal.
“hahaha,,, cubit aja kalau bisa
yank. Kalau gak sayank yang aku cium duluan, hehehe” balas
saya lagi dengan candaan.
“awas saja malam minggu ya sayank.
aku cubit sayank sampai nangis” balas winda lagi.
“gak takut, gak takut, hehehehe”
balas saya dengan candaan lagi.
Percakapan
dua insan yang baru mengawali hubungan nya itu terus berlanjut hingga malam
tiba. Canda tawa terus menghiasi percakapan di obrolan itu. Kata-kata romantis
saling bersauttan, keduanya begitu bahagia hingga larut malam. Sampai pada
akhirnya ucapan selamat terlelap dan kecuman manis via bbm menjadi penutup hari
itu bagi saya dan Winda sang kekasih hati saya.
Hari
yang begitu melelahkan fikiran saya, namun akhirnya begitu indah terukir di
ingatan saya.
Dunia seakan-akan hanyalah milik kami berdua, yang lain kami
anggap ngontrak termasuk para pembaca, hehehe.
Saya mohon maaf jika postingan saya kurang menarik, ini adalah tulisan pertama saya, harap maklim saja.
oke kawan-kawan, sekian dulu postingan saya, tunggu sambungan ceritanya ya,,, masih panjang ceritanya. jadi sabar aja bagi yang mau membaca cerita hidup saya.
Masih akan ada cerita yang lebih romantis dan juga sedihnya.
Jangan lupa kasih komentarnya kawan.
Sekian, assalamualaikum,
