Rabu, 12 Agustus 2015

Perjalanan Cinta, Saudara

assalamualaikum, hay guys. Lagi" kita berjumpa, berjumpa lagi kita dengan amarda Rhamphir, so bukan vampir jngan di ejek karena anda bisa naksir (pd bangat yaa,,),, hehehehe,
Kali ini saya hadir dengan sepenggal cerpen kisah percintaan yang saya alami sendiri. Cerita ini saya angkat berdasarkan kisah nyata. Namun tak semuanya murni seperti yang saya alami, ada sedikit yang saya kreasikan.
Sebelum teman-teman membaca cerita yang saya buat, pertama" saya mohon maaf dahulu, mungkin cerpen yang saya tulis sangat jauh dari sempurna. Saya juga baru belajar jadi saya mohon kritikan dan saran dari para pembaca.
Baiklah kawan-kawan, mohon untuk tidak melihat dari harganya, lihatlah dari penjiwaanya,, (ciieee alaynya keluar).Hehehehe,,, selamat membaca.




Sudah di juluk baru jatuh

by: Amarda Muhammad


Hari demi hari telah saya lewati bersama Winda seorang gadis remaja yang awalnya cuma teman biasa bahkan sudah saya anggap seperti saudara. Itu semua bukan tampa alasan. Dia dan saya masih terikat oleh suku palabi (salah satu suku melayu Riau).
Seiring berjalan waktu rasa itu mulai mucul, rasa cinta. Tak dapat saya pungkiri bahwa selama kami berteman kami sering bermalam mingguan berdua tak ubahnya sepasang kekasih. Awalnya saya menyayangi dia sebagai seorang adik dan tak ada niat di hati saya untuk menjadikan dia sebagai kekasih. Namun semuanya berubah setelah hari itu.
12 Mei 2015, hari itu adalah hari selasa. Saya harus bangun untuk mengantarkan adik saya sekolah, jujur saya sebenarnya masih malas bangun karena aktifitas sekolah saya sudah berakhir karena saya sudah melewati ujian akhir sekolah.
“Ddddrrrrrttttt...dddrrrrttttt” terdengar getaran hp. Saya mengambil android saya dan melihat ada bbm dari Wenny. “PING!!!”
Saya menjawab bbm Wenny “iya wen, ada apa pagi-pagi uda bbm?”
“aku mau tanya sama kamu amarda. Kamu pacaran ma Winda?” balas Wenny.
“kamu mau tau aja apa mau tau bangat? Hehehe..” balas saya dengan candaan.
“dua-duanya amarda, hehehe” balas Wenny.
“wanny piro. Hahaha”
“serius amarda, ne malah bercanda pulak, aku bilangin winda nantik lo” ancam Wenny kepada saya.
“Bilang aja kalau berani, nantik kalo kita ketemu kamu aku cubit, hehehe” saya mengancam wenny balik.
“aku aduin ke winda kalo kamu nakal sama aku, awas aja di hajar sama winda kamu” balas Wenny lagi.
“hahaha.......”
“amarda.......... serius la amarda, kamu pacaran sama winda gak?” balas Wenny makin kesal.
“gak kok wen kami Cuma teman biasa. Hehehe...” jawab saya santai.
“serius donk amarda, dia tu sering curhat sama aku tentang kamu” balas Wenny lagi.
“emangnya dia cerita apa aja sama kamu wen?” tanya saya penasaran.
“dia bingung dengan sikap kamu. Kalian jalan bersama, malam mingguan berdua, panggil sayang-sayangan tapi kalian gak pacaran” jelas Wenny.
“bukan aku gak mau nembak dia, tapi aku punya alasan sendiri kenapa gak jadiin dia sebagai pacar, aku sudah menganggap dia thu sebagai adik aku sendiri” jelas saya kepada Wenny.
“tapi kasihan dianya Amarda, dia sudah sayang bangat dengan kamu. Kamu ngertikan perasaan dia?” sambung Wenny lagi.
“aku ngerti wen, aku juga sayang sama dia. Tapi kami gak bisa bersatu. Kami sesuku wen, kami masih bersaudara” jelas saya lagi.
“tapi kenapa kamu gak bilang dari awal kalau kalian itu masih saudara?” balas Wenny.
“aku uda bilang wen, mungkin dia nya yang lupa. Kayak nya dia yang terlalu terbawa perasaan” jawab saya.
“kasihan dia lo amarda, masak kalian HTS(hubungan tanpa status). Dia sudah terlajur sayang sama kamu. Kasih dia kejelasan dengan hubungan kalian amarda. Kasihan dia kalau kamu gantungin gini. Perjelas hubungan kalian biar dia gak bingung. Gak mungkin kalian HTS terus kan? Berikan dia kejelasan secepatnya” saran Wenny kepada saya.
“saya juga kasihan sama dia wen, iya-iya nantik aku kasih kejelasan status kami, nantik aku selesaiin masalah ini sama dia” jelas saya.
 “ok, da dulu ya amarda, bye.” Balas Wenny. “ok wen, aku juga mau mandi ni, byee” balas saya mengakhiri obrolan bbm nya.
Matahari sudah sampai pada ketinggian puncaknya, jam sudah menunjukan jam 12:21 Sampai saat itu saya masih belum memberikan kepastian kepada Winda. Saya bingung dalam situasi seperti itu. Hingga sore tiba saya masih belum bertindak masih terhanyut dalam lamunan berkepanjangan. Lamunan saya buyar saat di kagetkan oleh getaran hp android saya.
“PING!!!” bbm dari Winda masuk.
“iya sayank” balas saya.
“mar, ini aku kiki” balasnya lagi.
“kok kamu ki? Windanya mana?” tanya saya bingung.
“aku lagi di rumah winda. Aku mau tanya ma kamu” balas Kiki pakai hp Winda.
“mau tanya apa? Kayaknya serius amat” tanya saya penasaran.
“sebenarnya kamu sama Winda serius gak si? Kalian pacaran gak si?” tanya kiki.
Ternyata yang saya duga benar, Kiki membahas masalah yang sama dengan yang di tanyakan oleh Wenny tadi pagi. Kembali saya di buat berfikir dengan rumitnya dunia cinta.
Beberapa saat saya masih termenung hingga bbm dari kiki masuk lagi. “mar, jangan kau buat teman aku kayak gini, dia seharian ini terlihat termenung terus. Kasihan dia jangan kau gantungin gini, beri dia kejelasan”.
“iya ki, aku tau. Tapi masalahnya kami tu sesuku, kami juga masih ada hubungan saudara. Jadi kayaknya gak mungkin aku untuk memiliki hubungan serius ma dia” jelas saya kepada kiki.
“ya Allah. Kenapa gak kamu bilang dari awal kalau kalian sesuku? Balas kiki sedikit kaget.
“dulu sudah aku bilang ki,malahan sebelum kami sedekat ini. Mungkin dia lupa atau dia sudah terlalu terbawa perasaan” balas saya.
“sekarang mau gimana lagi? Aku pun kasihan liat kalian. Lebih baik kalian jalani aja dulu. Kita juga gak tau, mana tau kalian jodoh”. Saran kiki.
“kalau sampai ini terus berlanjut bisa gawat ki. Apa lagi kalau nikah sesuku kan kena denda adat seekor kerbau putih, di mana mau nyari yang kayak gitu sekarang?”. Balas saya.
“jalani aja dulu. Kalian masih mending Cuma sesuku. Aku dulu lebih parah dari ini, sepagitoan malahan. Kalau kalian masih bisa walaupun kena denda adat. Kalau aku dulu gak bisa sama sekali”. Jelas kiki panjang lebar.
“hmmm,,,,, iya udah, kasihkan hp nya sama winda dulu. Biar aku yang bbman ma dia” pinta saya.
“iya ada apa yankk” jawab Winda.
“sayankk, sekarang sayank mau hubungan kita gimana?” tanya saya.
“terserah sayank aja” balasnya.
“keadaan nya rumit yank, kita sesuku. Kita juga masih ada hubungan saudara”. Penjelasan saya kepada winda.
“aku ngikut keputusan sayank. tapi aku ingin kepastian yank”. Balasnya lagi.
“aku benar-benar bingung sekarang sayank. dengan keadaan kita dan dengan kedekatan kita”. Balas saya.
“aku juga bingung yank, tapi seiring waktu yang kita lalui bersama mambuat aku ceria kembali, dan jujur sekarang aku ada rasa dengan sayank”. jawab Winda terus terang.
Sesaat saya terdiam. Gak tau harus balas dengan kata-kata apa. Sebenarnya saya juga merasakan hal yang sama, saya sudah jatuh cinta kepada gadis yang awalnya cuma saya anggap adik. Tapi mau gimanapun saya tidak mau melihat dia sedih lagi. Hubungan ini harus saya jalani karena saya juga sudah terbawa arus rasa cinta kepada Winda.
Akhirnya saya beranikan diri untuk menembak winda.
“ sayank, aku gak bisa merakit roket untuk membawamu ke bulan. Aku gak bisa membuat kue untuk makanan spesial untuk sayank, jangankan itu masak air aja aku gak bisa. Aku gak bisa merangkai kata-kata romantis hanya untuk membuat sayank tersenyum manis sesaat. Aku gak bisa melukis nama sayank di awan agar semua orang tau kalau aku saynk kamu. Satu yang aku bisa berikan kepada mu, rasa sayank yang berdasarkan kasih, berbingkaikan cinta setulus hati yang akan selalu aku berikan kepada mu. Izinkan aku untuk menjalin hubungan kasih dengan mu. Aku akan berusahan membuat mu bahagia”
“sayank maukah kamu jadi pacar ku?” ungkapan saya kepada winda.
“hm... iya amarda, aku mau jadi pacar mu. Inilah yang aku harapkan dari dulu” balas winda dengan hati berbunga-bunga.
Sunggu bahagia hati saya, memang cuma ungkapan lewat bbm, tapi pesan singkat itu sangat berarti bagi kami. Walaupun kejadian itu bagaikan pepatah mengatakan “sudah di juluk baru jatuh”.
“I love you sayankk. Sekarang aku sangat bahagia jadi pacar kamu :-*tambah winda lagi.
“I love you to sayank. aku juga sangat bahagia yankk. Akhirnya kamu jadi milik ku sekarang :-*balas saya.
“jadi sekarang kita sudah resmi jadian kan sayank? ;-) tanya Winda menggoda saya.
“ya belum la sayank, kan nunggu surat nikah dari KUA dulu, hihihihi” balas saya bercanda.
“ih,, dasar nyebelin kamu sayank.. awas kalau ketemu aku cubit” balas winda kesal.
“hahaha,,, cubit aja kalau bisa yank. Kalau gak sayank yang aku cium duluan, hehehe” balas saya lagi dengan candaan.
“awas saja malam minggu ya sayank. aku cubit sayank sampai nangis” balas winda lagi.
“gak takut, gak takut, hehehehe” balas saya dengan candaan lagi.
Percakapan dua insan yang baru mengawali hubungan nya itu terus berlanjut hingga malam tiba. Canda tawa terus menghiasi percakapan di obrolan itu. Kata-kata romantis saling bersauttan, keduanya begitu bahagia hingga larut malam. Sampai pada akhirnya ucapan selamat terlelap dan kecuman manis via bbm menjadi penutup hari itu bagi saya dan Winda sang kekasih hati saya.
Hari yang begitu melelahkan fikiran saya, namun akhirnya begitu indah terukir di ingatan saya. 
Dunia seakan-akan hanyalah milik kami berdua, yang lain kami anggap ngontrak termasuk para pembaca, hehehe. 






Saya mohon maaf jika postingan saya kurang menarik, ini adalah tulisan pertama saya, harap maklim saja.

oke kawan-kawan, sekian dulu postingan saya, tunggu sambungan ceritanya ya,,, masih panjang ceritanya. jadi sabar aja bagi yang mau membaca cerita hidup saya.
Masih akan ada cerita yang lebih romantis dan juga sedihnya.
Jangan lupa kasih komentarnya kawan.

Sekian, assalamualaikum,