Saya akan menceritakan tentang kehidupan saya yang sangat berharga bagi saya. Saya akan bercerita tentang seorang ayah.
Ayah orang tua kita yang harus kita hormati, cintai.
Begitu besar pengorbanan seorang ayah untuk kita para anaknya. Pernahkan kamu mendengar seorang ayah yang suka makan tulang ayam?
Saya menyaksikan sendiri suatu kejadian nyata yang membuat saya terharu.
Saya berasal dari keluarga yang sederhana. Orang tua saya hanya seorang petani karet. Dengan penghasilan yang tak seberapa. Tetapi kami selalu hidup bahagia.
Ada sesuatu yang selalu teringat di benak saya sampai sekarang. Jika kami mendapat rejeki lebih biasanya kami akan membeli lauk yang jarang kami nikmati. Saat ibu memasak ayam untuk kami. Saya dan adik-adik pasti sangat senang. Apa lagi adik saya yang paling kecil sangat suka dengan ayam. Namun ayah saya tidak suka daging ayam melaikan sangat suka dengan tulang ayam. Begitu juga dengan lauk lain seperti okan dan burung (di desa saya kami biasa memburu burung di hutan).
Setiap ada sisa makanan yang di sisain di piring adik-saya pasti ayah mengambilnya. Dan dia selalu berkata. " Kasih ke ayah bagian yang kalian tidak kuat memakannya. Ayah suka makan tulang" rawan yang lembut" itu". Apa enaknya tulang? Selalu makan tulang dan sisa. Dahulu saya berfiki itu memang kesukaan ayah saya. Namu tanpa saya sadari ayah saya melakukan itu dengan maksud tertentu.
Ayah bukan nya gak suka dengan daging atau bahkan doyan dengan tulang. Namun ayah sangat sayang dengan anak nya sehingga dia selalu memakan yang tidak termakan oleh anaknya.
sungguh besar kasih sayang seorang ayah hingga dia relah untuk tidak memakan makanan yang enak demi anak" nya. Ayah rela mengalah untuk kebahagia an anak nya. Sesungguhnya semua hal yang di lakukan seorang ayah pasti berfikir akan kebahagian orang" yang dia cintai.
Terimakasih ayah atas cinta kasih mu selama ini. Sungguh jasa mu tak kan pernah terbalas.
Ayah adalah Pahlawanku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar